- Nama Lokal: Kamboja Merah
- Nama Ilmiah: Plumeria rubra
- Famili: Apocynaceae
- Asal: Amerika Tengah & Amerika Tropis
Deskripsi
Kamboja merah adalah pohon kecil hingga sedang yang tumbuh setinggi 3–8 meter, dengan batang tebal, bercabang jarang, dan mengandung getah putih (lateks). Bentuk pohonnya tampak artistik, terutama saat daunnya rontok namun bunga tetap bermekaran.
Bunganya berbentuk terompet lebar, berwarna merah hingga merah muda tua, dengan aroma harum lembut. Bunga tumbuh bergerombol di ujung cabang dan menjadi daya tarik utama kamboja hias.
Daunnya besar, lonjong memanjang, berwarna hijau tua, dan akan rontok pada musim kemarau atau kondisi tertentu—hal yang normal, bukan tanda tanaman sakit.
Penyebaran & Habitat
Kamboja hias tumbuh baik di wilayah tropis dan sangat umum ditanam sebagai tanaman hias taman, pohon peneduh ringan, dan elemen estetika lanskap.
Tanaman ini menyukai sinar matahari penuh, tanah berdrainase baik, serta lingkungan panas dan cenderung kering.
Edukasi Penting: Kamboja Taman ≠ Kamboja Makam
Banyak orang mengira semua kamboja adalah “pohon kuburan”. Anggapan ini tidak tepat.
Kamboja hias seperti yang tumbuh di Suraloka memiliki bunga besar berbentuk terompet, warna cerah (merah, putih, kuning, pink), dan ditanam murni untuk keindahan taman.
Kamboja yang sering dijumpai di makam ditanam karena tahan kering dan minim perawatan, bukan karena sifat mistis.
Kesimpulan: Kamboja bukan simbol kematian, melainkan tanaman hias tropis berbunga indah.
Manfaat
- Tanaman hias bernilai estetika tinggi
- Memberi nuansa tropis eksotis
- Pohon taman dengan perawatan rendah
- Menarik perhatian pengunjung
Fakta Unik
- Tetap berbunga meski daun rontok
- Getah putihnya tidak boleh dikonsumsi
- Bunga lebih harum saat pagi hingga sore
- Sangat tahan panas dan cocok untuk taman terbuka